Aku adalah Aku - Serly 22
Headlines News :
Home » » Aku adalah Aku

Aku adalah Aku

Firman Allah kepada Musa, “AKU ADALAH AKU” (Kel. 3:14), telah ditafsirkan bermacam-macam. Ada yang mengatakan bahwa perkataan itu adalah nama Allah, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa perkataan ini hanyalah suatu ungkapan yang menjelaskan arti nama atau karakter Allah.

Untuk mengerti perkataan ini, kita harus melihat konteksnya, yaitu pemanggilan dan pengutusan terhadap Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir. Jawaban “AKU ADALAH AKU” adalah jawaban Allah atas pertanyaan Musa, “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? Apakah yang harus kujawab kepada mereka?” (Kel. 3:13). Pengetahuan bahasa Ibrani akan menolong kita memahami apakah perkataan tersebut adalah sebuah nama atau suatu ungkapan. 

Sebenarnya, pertanyaan Musa di atas sama sekali tidak menanyakan nama, melainkan arti nama. Arti nama sangatlah penting bagi orang Israel. Abram diganti menjadi Abraham. Yakub diganti menjadi Israel. Sebuah nama mencerminkan karakter orangnya. Pertanyaan Musa di dalam bahasa Inggris adalah “What (ma) is his name?” Martin Buber mengatakan bahwa bahasa Ibrani yang dipakai di Alkitab tidak pernah menggunakan kata ma untuk menanyakan nama seseorang, melainkan menggunakan kata mi. Dengan demikian, pertanyaannya seharusnya adalah “Who is he?” atau “Who is his name?” Pada saat kata “what” yang digunakan, maka yang ditanyakan pemakainya adalah ekspresi atau ungkapan yang ada di balik sebuah nama. Nama Allah sudah diketahui oleh bangsa Israel. Apa yang hendak mereka ketahui adalah apakah arti nama tersebut. 

 Terhadap pertanyaan ini Allah memberikan dua jawaban. Jawaban pertama adalah “AKU ADALAH AKU.” (Ul. 3:14). Kita tidak perlu mencari-cari arti perkataan ini secara teologis atau filosofis karena perkataan ini mengandung pengertian yang sangat sederhana. Dalam bahasa Inggris perkataan ini diterjemahkan “I am who I am” )ehye )aser )ehye.  Kata ini harus dimengerti dalam terang ayat 12. Allah menggunakan kata yang sama pada waktu Ia berkata: “Aku ( )ehye ) akan menyertai engkau.” Dengan demikian perkataan “AKU ADALAH AKU” dapat dimengerti sebagai satu pernyataan Allah pada Musa bahwa Allah adalah AKU yang akan selalu menyertai umatNya yang sedang berada di dalam perbudakan dan juga Allah adalah AKU yang akan menyertai mereka. Dia juga adalah AKU yang selalu beserta dengan mereka yang membutuhan pertolongan, baik sekarang maupun di kemudian hari.

Musa berusaha untuk mengerti Allah melalui sebuah nama. Tetapi dari jawaban Allah sendiri dapat diketahui bahwa Allah tidak dapat dibatasi di dalam sebuah nama. Pada waktu TUHAN berkata, “AKU ADALAH AKU,” (I am who I am) dengan jelas Ia mengatakan bahwa Allah tidak bisa dimengerti secara sempurna hanya dengan sebuah kata yang memiliki pengertian yang sangat terbatas. Ia adalah Allah Yang Mahakuasa, Mahaada, Mahabisa, Mahabenar, dan serba Maha. Cassuto, seorang penafsir berkebangsaan Yahudi, menyimpulkan:

To Moses’ question: What shall I say to them if they ask me for the name of Him that sent me, the reply is given ‘I am who I am’,the meaning of which is: Say this to the children of Israel, I am (who I am) has sent me to you, that is, He who sent me to you is the God who says of Himself, I am.

Perkataan TUHAN kepada Musa ini mengingatkan kita kepada perkataan “AKU ADALAH” dari Tuhan Yesus Kristus yang terkenal di dalam Injil Yohanes. Sama halnya dengan Allah Bapa, kita juga tidak boleh membatasi Allah Putra hanya di dalam sebuah nama. Oleh sebab itu Yesus Kristus berkata:

  • AKUlah Roti hidup (Yoh. 6:48).
  • AKUlah Terang dunia (8:12).
  • AKUlah pintu (10:9).
  • AKUlah Gembala yang baik (10:11).
  • AKUlah kebangkitan dan hidup (11:25).
  • AKUlah Jalan dan Kebenaran dan Hidup (14:6).
  • AKUlah Pokok Anggur yang benar (15:1).

Jawaban Allah yang kedua kepada Musa berkenaan dengan pertanyaan Musa terdapat dalam ayat 15.
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

 Di sini Allah kita menyebutkan namaNya yang sebenarnya. Nama Allah kita adalah Yahweh. Dengan
jelas Allah berkata bahwa Dialah Allah nenek moyang bangsa Israel, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. TUHAN juga berkata: “Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun temurun.” 

Nama Allah kita adalah TUHAN atau Yahweh. Sedangkan “AKU ADALAH AKU” merupakan suatu ungkapan bahwa TUHAN adalah Allah yang Mahakuasa dan Dia adalah Allah yang selalui menyertai
umatNya. Dan ini digenapi dengan datangnya sang AKU ke dalam dunia ini dan dinamakan IMANUEL yang berarti: Allah beserta kita.

Sumber:
Buletin GKJMB No. 7 - Thn 4, November 1999
oleh : G.I. Dedy Wikarsa, M.Th.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Serly 22 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger