Kisah Nyata - Serly 22
Headlines News :
Home » , » Kisah Nyata

Kisah Nyata

Suatu hari ada serombongan pria, berjumlah tujuh orang yang tergabung dalam Full Gospel Bussinesman Fellowship International dari Boston hendak pergi ke suatu tempat untuk mengadakan pertemuan tahunan. Ketujuh pria ini sedang dalam keadaan panik karena mereka sedang ditunggu pesawat yang hendak menuju ke kota di mana pertemuan itu diadakan.
Dari jauh terdengar panggilan agar mereka segera naik ke pesawat, karena kalau tidak mereka harus menunggu lima jam lagi untuk keberangkatan berikutnya. Dan menunggu pasti adalah pekerjaan yang paling membosankan. Jadi ketika turun dari mobil, ketujuh pria ini berlari sekuat tenaga agar mereka tidak ditinggal pesawat. Sementara jarak dari lobby, ke ruang tunggu dan ke lapangan pesawat sangat jauh. Mereka saling berteriak satu sama lain agar berlari lebih kencang lagi supaya segera sampai ke pesawat. Tidak ada tujuan lain dalam benak mereka, selain berlari secepatnya sampai di pesawat dan tidak tertinggal.
Seperti biasa, di bandara Boston banyak sekali orang berjualan, termasuk seorang gadis kecil buta yang berjualan buah di pinggir koridor jalan menuju ke ruang tunggu. Ketika ketujuh pria itu sedang berlari sekencang-kencangnya, tiba-tiba salah satu dari mereka menabrak meja apel milik gadis kecil ini sehingga meja itu terbalik dan susunan apelnya jatuh berantakan ke lantai. Apel itu berserakan di lantai bahkan berguling-guling jauh meninggalkan meja gadis buta yang malang itu.
Sementara itu, tujuh pria itu terus berlari tanpa memperdulikan apa yang sudah terjadi. Mereka berkata, “Cepat, jangan pedulikan, kita akan segera tertinggal!” Mereka benar-benar tidak mau menunggu lima jam berikutnya. Sementara itu gadis buta yang malang itu menangis sambil meraba-raba mencari buah apelnya yang jatuh berserakan. Ia tampak begitu sedih. Sambil menangis ia berkata kepada orang-orang disekitarnya, “Help me! Help me!” Namun tidak ada seorangpun yang tergerak untuk menolongnya.
Namun tiba-tiba salah satu dari tujuh pria tadi, (bukan orang yang menabak meja gadis penjual apel itu), menengok ke belakang dan melihat gadis kecil itu sedang meraba-raba ke lantai sambil menangis, mencari buah apelnya yang berserakan. Tampak tidak seorangpun yang memperdulikan. Di tengah larinya yang kencang tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat gadis tersebut.
Sementara ke enam temannya sambil berlari berkata, “Ayo cepat! Kenapa kamu berhenti? Kita akan segera tertinggal!” Di tengah pergumulannya mau meneruskan perjalanan ini atau berbalik menolong gadis malang itu, akhirnya ia berkata kepada teman-temannya, “Kalian berangkat duluan saja, saya akan menyusul dengan pesawat berikutnya.”
Namun teman-temannya mengatakan bahwa pertemuan itu sudah dimulai jika ia harus menunggu lima jam lagi. Tapi sekali lagi ia berkata, “Tidak, kalian berangkat saja duluan, saya akan segera menyusul dengan pesawat berikutnya. Kalian berangkat saja sekarang!”
Akhirnya keenam temannya itu meninggalkan dia. Kemudian ia segera berlari menghampiri gadis kecil itu karena hatinya tidak tahan melihat kesulitan gadis itu. Pria ini kemudian segera membantunya memungut apel-apel itu. Setelah itu dia berkata kepada gadis kecil ini, “Saya minta maaf karena teman saya sudah menabrak meja apel Anda. Saya datang untuk menyusun kembali apel yang berserakan, dan sekarang apel tersebut sudah tersusun seperti semula. Tapi mungkin ada apel yang rusak. Saya tidak tahu berapa harga yang harus saya bayar untuk apel yang rusak itu, tapi terimalah pemberian ini”. Kata pria itu sambil mengeluarkan sejumlah uang. Pria itu telah menggantikan jauh lebih besar seandainyapun seluruh apel itu laku terjual. Kemudian sambil menangis dan terharu, si gadis kecil ini berkata, “Are you Jesus?” Are you Jesus, Sir?
Pertanyaannya, kapan terakhir kali kita mendengar kalimat itu di telinga kita? Gadis kecil buta itu hanya tahu dalam hidupnya bahwa orang yang baik itu adalah Yesus. Sebab itu ia bertanya, “Are you Jesus?” Karena baginya hanya orang yang namanya Yesus yang dapat berbuat seperti itu. Mungkin ia tidak kenal bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi ia pernah mendengar bahwa ada Seseorang yang bernama Yesus. Orang itu adalah seorang pribadi yang suka menolong. Yang dapat menangis ketika melihat orang lain menangis.
Seringkali dalam hidup kita, kita sering lupa dengan orang-orang di sekitar kita yang sangat membutuhkan kita. Karena kita hanya terpaku mengejar keinginan kita, impian kita, ambisi pribadi kita atau mungkin target hidup yang sudah kita susun. Dan tidak boleh ada yang menghalangi kita untuk mencapainya. Sehingga kita lupa sebenarnya untuk apa dan untuk siapa kita hidup dan kita lupa siapa diri kita sebenarnya.
Kapan terakhir kali Anda mendengar sebuah kata terucap dari mulut seseorang yang sedang mengharapkan pertolongan, “Are you Jesus?
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.(1Yohanes 2:6)
Share this article :

1 komentar:

  1. tulisan yg bagus, lole benarkan kau dirut cv gonupe. bergerak bidang apa cv-nya. semoga sukses ya, cv-nya...

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Serly 22 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger